Petunjuk Meningkatkan Kecerdasan




Tips Meningkatkan Kecerdasan
Posted on 5 January, 2008 by Erik Change

adapted by sapta abimanyu



Sebelum kita berbicara beberapa cara untuk meningkatkan
kecerdasan , ada baiknya kita lihat dahulu struktur kecerdasan yang terdiri
dari dua bagian:

Bagian pertama ialah informasi atau pengetahuan itu
sendiri. Ini kita peroleh melalui pengalaman dan
pendidikan.

Bagian kedua ialah mengolah informasi, terdiri dari
penalaran, penilaian, dan kreativitas.

Mudah dipahami, memang sebagian kecerdasan, kita warisi
secara genetis. Warisan semacam ini umumnya kita sebut
sebagai bakat. Tetapi bagian terbesar dari kecerdasan
adalah hasil usaha. John Dewey mengatakan bahwa kecerdasan
bukanlah sesuatu yang kita miliki dan tak berubah
selamanya, melainkan kecerdasan adalah suatu proses
pembentukan yang berkesinambungan, dan untuk
mempertahankannya diperlukan semacam kewaspadaan untuk
mengamati kejadian-kejadian, keterbukaan untuk belajar,
dan keberanian untuk menyesuaikan diri.

Jadi untuk meningkatkan kecerdasan, kita perlu menambah
pengetahuan dan berlatih memproses pengetahuan itu lewat
kegiatan kreatif, kegiatan menalar, dan kegiatan
mengevaluasi atau menilai.

Dari penjelasan yang sederhana ini maka beberapa hal di
bawah ini akan menolong kita untuk meningkatkan kecerdasan
kita:

1. Mengadakan evaluasi diri.
Meneliti kekuatan dan kelemahan diri sendiri, tepatnya
menyusun peringkat kecerdasan kita, yang mana dari yang
tujuh tersebut paling kuat, kedua paling kuat, dan
seterusnya.

2. Menetapkan cita-cita atau sasaran hidup.
Cita-cita yang jelas akan membangkitkan semangat dan
antusiasme. Cita-cita yang memikat bagi diri sendiri mampu
melahirkan daya juang. Semangat, antusiasme, dan daya
juang adalah tiga serangkai yang membuat kita produktif
belajar dengan demikian kecerdasan kita diasah. Dari
sekian banyak cita-cita, maka salah satunya ialah kita
harus mencita-citakan menjadi orang cerdas dan ingin
dikenal orang sebagi orang cerdas.

3. Membangun suatu kebiasaaan hidup cerdas, umpamanya
membaca, berdiskusi, olah pikir, olah rasa, dan olah raga.

4. Membangun sikap keterbukaan-kritis.
Sikap terbuka membuat kita mampu menerima ide-ide baru,
ilmu-ilmu baru, dan pengertian-pengertian baru. Tapi
jangan terlalu terbuka supaya kita masih mungkin membuat
sintesa dari pertemuan sejumlah ide-ide yang berlainan.
Jadi kita juga harus kritis, artinya mampu mempertanyakan
apa saja yang memasuki alam pikiran kita. Tapi jangan
terlalu kritis yang membuat kita jadi tertutup, kaku, dan
merasa benar sendiri. Yang pas adalah terbuka dan kritis.

5. Membangun suatu sikap belajar positif terhadap apapun
yang kita alami.
Pengalaman, kata Aldous Huxley, bukanlah
peristiwa-peristiwa yang menimpa kita, melainkan apa yang
kita lakukan terhadap peristiwa-peristiwa itu. Hanya
dengan sikap belajar positif inilah kita dapat bertambah
cerdas sesudah mengalami suatu peristiwa, yaitu pengalaman
kita jadikan sebagai guru. Pengalaman, katanya, adalah
guru terbaik.

6. Membangun sikap yang rendah hati.
Air selalu mengalir ke tempat yang rendah, demikian pula
hikmat dan pengetahuan mengalir menuju hati yang rendah.

Sumer : Bpk Jansen Sinamo dan sumber lainnya

0 komentar:

Post a Comment

 
;